Persebaya Siapkan Strategi Kebugaran Hadapi Jadwal Padat Ramadhan
SATUMEDIA.ID – Persebaya Surabaya dihadapkan pada jadwal padat selama bulan Ramadhan. Dalam kurun waktu sekitar dua pekan, tim berjuluk Bajol Ijo tersebut harus menjalani empat pertandingan dengan jeda waktu yang relatif singkat.
Persebaya dijadwalkan bertandang ke markas Persijap pada 21 Februari, kemudian menghadapi PSM Makassar di laga kandang pada 25 Februari. Selanjutnya, mereka akan menjamu Persib Bandung pada 2 Maret sebelum menutup rangkaian pertandingan melawan Borneo FC pada 7 Maret.
Padatnya agenda pertandingan yang hanya menyisakan jeda tiga hingga lima hari membuat tim pelatih dan tim medis harus menyusun strategi khusus, terutama karena seluruh laga berlangsung di tengah bulan puasa.
Dokter tim Persebaya, dr. Ahmad Ridhoi, menyebut manajemen energi menjadi fokus utama selama Ramadhan. Menurut dia, pengaturan nutrisi dan waktu pemulihan menjadi faktor krusial agar pemain tetap mampu tampil optimal.
“Pemain tetap menjalani latihan dan pertandingan dengan intensitas tinggi. Karena itu, pola makan saat sahur dan berbuka diatur secara detail supaya kebutuhan kalori serta cairan tetap tercukupi,” ujar Ridhoi.
Selain itu, tim medis melakukan monitoring harian terhadap kondisi pemain, termasuk berat badan, tingkat hidrasi, hingga kualitas tidur. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi fisik pemain tetap stabil di tengah jadwal yang padat.
“Kami melakukan evaluasi rutin. Jika ada indikasi kelelahan, program latihan akan langsung disesuaikan bersama tim pelatih,” katanya.
Ia menambahkan, fase pemulihan 24 hingga 48 jam setelah pertandingan menjadi periode paling krusial. Proses recovery dioptimalkan agar pemain dapat kembali siap menghadapi laga berikutnya.
Meski menghadapi tantangan berat, Persebaya tetap optimistis mampu melewati periode padat selama Ramadhan dengan performa maksimal berkat perencanaan matang dan disiplin pemain menjaga kondisi.*




