Pentingnya Kebugaran Jasmani Jemaah Haji Ditekankan dalam Bedah Buku di Jambi
RRI. CO.ID,Jambi - Menjelang keberangkatan musim haji tahun 1447 H / 2026 M, aspek kesehatan dan kebugaran jemaah menjadi perhatian serius bagi otoritas perhajian dan dunia akademisi. Hal ini ditandai dengan digelarnya acara Bedah Buku berjudul "Kebugaran Jasmani Jemaah Haji dan Umrah" karya Prof. Dr. Drs. Sukendro, M.Kes., AIFO, pada Senin 16 Februari 2026.
Acara yang berlangsung khidmat ini dipusatkan di Auditorium Gedung Joesoef Singedekane Lantai 7 Kompleks Universitas Jambi Kampus Telanai, Jambi. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memberikan edukasi ilmiah bagi calon jemaah mengenai pentingnya ketahanan fisik dalam menjalankan rukun Islam kelima.
Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Jambi, Dr. H. Wahyudi Abdul Wahab, M.Fil.I beserta jajaran hadir langsung memberikan dukungan penuh atas karya tersebut. Hadir juga dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Kemenhaj Kota Jambi, H.M. Cholis, M.Pd., Kepala Kantor Kemenhaj Tanjung Jabung Timur, H. Saipullah Rasyidi, S.Ag., M.Pd., serta Ketua Forum Komunikasi (FK) KBIHU, H. Nuh, yang bersama-sama menyaksikan bedah buku ini sebagai referensi baru dalam membimbing jemaah di lapangan.
Rektor Universitas Jambi (UNJA), Prof. Dr. Helmi, S.H., M.H., membuka acara ini secara resmi. Dalam sambutannya, Prof. Helmi mengapresiasi kontribusi pemikiran dari Prof. Sukendro yang relevan dengan kebutuhan umat.
"Universitas Jambi berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, termasuk bagi para calon jemaah haji. Melalui buku Prof. Sukendro ini, kita diingatkan bahwa ibadah haji bukan hanya soal kesiapan spiritual, tapi juga kesiapan fisik yang terukur secara medis dan olahraga," ujar Prof. Helmi.
Prof. Dr. Drs. Sukendro, M.Kes., AIFO, selalu penulis memaparkan bahwa buku ini disusun berdasarkan riset mengenai aktivitas fisik selama di Tanah Suci yang sangat menantang. la menjelaskan teknik-teknik menjaga kebugaran jasmani agar jemaah tetap prima saat menghadapi puncak haji di Armuzna.
Kakanwil Kemenhaj Jambi, Dr. Wahyudi Abdul Wahab, dalam sesi diskusi menegaskan bahwa buku ini sejalan dengan kebijakan pemerintah mengenai Istitha'ah (kemampuan) kesehatan.
"Kami sangat mengapresiasi karya Prof. Sukendro. Kebugaran jasmani adalah kunci agar jemaah bisa beribadah secara mandiri dan tidak bergantung pada kursi roda atau bantuan orang lain jika kondisi fisiknya terjaga sejak di tanah air," tegas Wahyudi.
Acara ini turut disaksikan oleh perwakilan Calon Jemaah Haji (CJH) tahun 2026 dan jajaran pengurus Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) se-Provinsi Jambi. Antusiasme peserta terlihat saat sesi tanya jawab mengenai tips praktis olahraga bagi jemaah lansia.
Melalui sinergi antara akademisi Universitas Jambi dan pelaksana kebijakan di Kanwil Kemenhaj, diharapkan angka kesehatan jemaah Jambi tahun 2026 dapat meningkat secara signifikan, meminimalisir risiko kelelahan ekstrem, dan mewujudkan haji yang sehat, mandiri, serta mabrur.




