Penguasaan Ilmu Kunci Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan Indonesia
Ekonomi
Lihat Lainnya
Kini, QRIS Bisa Dipakai Transaksi di China
30/04/2026
Dinamika Biaya Hidup dalam Tekanan Ekonomi
30/04/2026
Dari Wakaf Mualaf, Muhammadiyah Siapkan Pusat Pembinaan Mualaf yang Berkelanjutan
30/04/2026
Traffic Builder, Cara Baru Mendapatkan ‘Galah’ ala Komandan Pacul
30/04/2026
Redaksi
IBTimes.ID – Pergeseran besar dalam cara memutar roda ekonomi diperkirakan akan semakin nyata pada masa mendatang. Jika sebelumnya kekuatan fisik menjadi andalan, ke depan penguasaan ilmu dan teknologi akan menjadi faktor utama dalam menentukan kesejahteraan individu maupun bangsa.
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, menilai transformasi menuju ekonomi berbasis pengetahuan atau knowledge based economy akan terus menguat. Ia menegaskan bahwa fondasi keberhasilan dunia dan akhirat tetap bertumpu pada penguasaan ilmu.
“Dulu orang berjualan itu dengan memikul barang dagangannya. Sekarang orang berjualan cuma mengunggah saja produk yang dijual itu. Tidak perlu dibawa ke mana-mana,” kata Abdul Mu’ti pada Ahad (22/2) di Masjid Syuhada.
Menurutnya, dalam lanskap ekonomi yang semakin digital, individu yang tidak menguasai teknologi berpotensi mengalami stagnasi pendapatan.
Karena itu, peningkatan kapasitas pengetahuan akan menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat Indonesia.
Abdul Mu’ti menilai, sebagai negara yang kaya sumber daya alam, Indonesia akan membutuhkan penguatan ilmu pengetahuan yang mampu melahirkan teknologi tepat guna. Dengan begitu, pengelolaan sumber daya dapat dilakukan secara optimal dan berkelanjutan.
Kualitas SDM dan Ilmu Akan Jadi Penentu Ekonomi Bangsa
Ia juga mengingatkan bahwa kemajuan bangsa di masa depan sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia. Kecakapan personal warga negara akan menjadi penentu daya saing Indonesia di tengah perubahan global yang kian cepat.
Baca Juga: Andai Thomas Djamaluddin Bertemu Abu Nawas
Pandangan tersebut, lanjutnya, selaras dengan hikmah yang pernah disampaikan oleh Ali bin Abi Thalib mengenai pentingnya ilmu sebagai sumber kekuatan.
Dalam realitas modern, banyak pihak yang mencapai kesejahteraan karena mampu mengoptimalkan kecerdasan dan inovasi.
Dalam dimensi yang lebih filosofis, Abdul Mu’ti juga mengutip pandangan Abdullah Nashih Ulwan tentang makna yatim.
“Karena kalau orang tidak punya ilmu, dia bergantung kepada orang lain – dependent on others. Tetapi kalau dia berilmu, maka dia menjadi orang yang kuat,” katanya.
Ke depan, pergeseran menuju ekonomi berbasis ilmu diproyeksikan akan semakin menentukan arah pembangunan nasional.
Investasi pada pendidikan, literasi digital, dan penguasaan teknologi diperkirakan menjadi kunci utama untuk memastikan Indonesia mampu bersaing sekaligus mensejahterakan masyarakatnya.
(NS)
Tags
Ekonomi
muhammadiyah
Bagikan
Artikel Sebelumnya
Meneladani Proporsi Canda Rasulullah
Artikel Selanjutnya
Diperlukan Pendekatan Khusus untuk Mengembangkan Potensi Anak ”Gifted”
Peristiwa
Kini, QRIS Bisa Dipakai Transaksi di China
30/04/2026
Muhammadiyah Dorong Pemberdayaan Difabel Lewat Ekonomi dan Kesehatan Mental
28/03/2026
Perkuat Pemberdayaan Difabel dan Petani, MPM Muhammadiyah Salurkan Kado Ramadan
09/03/2026
TINGGALKAN KOMENTAR
Komentar:
Nama:
Email:
Website:
Simpan nama, email, dan situs web saya di browser ini untuk lain kali saya berkomentar.




