PDIP Desak Perhatian Anggaran Pendidikan untuk Kesejahteraan Guru
Sumber Foto: Liputan6.com
Sosial

PDIP Desak Perhatian Anggaran Pendidikan untuk Kesejahteraan Guru

Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDIP, Bonnie Triyana, menyoroti kasus guru di Kabupaten Gowa yang baru diangkat sebagai PPPK sehari sebelum pensiun.

Oleh Muhammad Radityo Priyasmoro

Diterbitkan 25 Februari 2026, 18:30 WIB

Share

Copy Link

Batalkan

Perbesar

Tanya apapun tentang artikel ini...

Cari

Paling sering ditanyakan

Apa masalah utama kesejahteraan guru dan dosen di Indonesia?

Berapa tunjangan lektor kepala yang disoroti dan bagaimana perkembangannya?

Apa saran Bonnie Triyana terkait alokasi anggaran pendidikan?

Baca artikel ini 5x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta - Politikus PDIP yang juga Anggota Komisi X DPR, Bonnie Triyana mengatakan, kesejahteraan pengajar atau guru di Indonesia masih jauh dari kelayakan. Dia pun menyoroti kasus guru di Kabupaten Gowa yang baru diangkat sebagai PPPK sehari sebelum pensiun, di mana hasilnya masih jauh dari layak.

"Ada di Gowa seorang guru yang baru diangkat P3K, kemudian besok harinya pensiun. Dan dia menerima upah atas baktinya sebagai guru selama berpuluh-puluh tahun, jauh dari kata layak," kata dia saat jumpa pers di Sekolah Partai DPP PDIP, Jakarta, Rabu (25/2/2026).

BACA JUGA: Sahroni Sebut Pertemuan Prabowo dan PPATK Jadi Sinyal Kuat Berantas Kejahatan Keuangan

BACA JUGA: DPR: Hasil Kerja Tim Reformasi Polri Sudah Terangkum di KUHAP Baru

Selain itu, Bonnie menyebut kasus serupa juga terjadi pada seorang guru bernama Sunarsih di Jawa Tengah yang diangkat sebagai PPPK menjelang masa pensiun.

Advertisement

Menurut dia, kebijakan anggaran pendidikan seharusnya tidak hanya berfokus pada program baru, seperti makan bergizi gratis (MBG) dari dana pendidikan, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan guru dan dosen yang selama ini dinilai masih jauh dari layak.

“Hampir 40 persen lebih dosen di berbagai perguruan tinggi, terutama di perguruan tinggi swasta, menerima gaji di bawah Rp3 juta. Jadi, apabila efisiensi itu dilakukan, kemudian bisa mengalokasikan dana tersebut untuk kesejahteraan para pengajar, baik guru maupun dosen, itu salah satu langkah besar yang menjadi pekerjaan rumah di dalam bidang pendidikan,” jelas Bonnie.

Bonnie juga menyoroti tunjangan dosen dengan jabatan lektor kepala yang disebutnya hanya sekitar Rp900 ribu dan tidak mengalami perubahan signifikan selama puluhan tahun.

“Bahkan untuk posisi lektor kepala, tunjangannya hanya mendapatkan Rp900 ribu, dan itu sudah berlangsung selama hampir mungkin 25 tahun, tidak ada perubahan. Ini yang terjadi di dalam dunia pendidikan kita,” ujar Bonnie.

Harus Berdampak

Sementara itu, Denny Cagur menegaskan Komisi X DPR ingin agar anggaran pendidikan benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan guru dan kualitas pendidikan nasional.

“Yang pasti bagi kami di Komisi X, kita ingin guru-guru di Indonesia lebih sejahtera, dan segala hal yang diberikan untuk pendidikan benar-benar menyentuh setiap sektor yang bisa membuat dunia pendidikan jauh lebih baik,” Denny menandasi.

DPR

PDIP

Pendidikan

guru

anggaran

Advertisement

Muhammad Radityo Priyasmoro, Putu Merta Surya PutraTim Redaksi

Share

Copy Link

Batalkan