Parodi Jane Austen Masuk Nominasi Oscar 2026
Jurnal News - Novel-novel karya Jane Austen memiliki ciri khas yang kuat. Karyanya memotret perbedaan kelas di Inggris pada abad ke-19, memiliki tokoh perempuan yang mandiri dengan kepribadian unik, serta mengandung kritik sosial. Salah satu karyanya yang populer dan telah beberapa kali diadaptasi ke layar lebar adalah Pride and Prejudice. Berdasarkan karya tersebut, Julia Ask dan Steve Pinder membuat versi parodinya dalam bentuk film pendek berjudul Jane Austen’s Period Drama. Film ini berhasil masuk nominasi Oscar untuk kategori Best Live Action Short Film.
Julia Aks dan Steve Pinder selaku penulis dan sutradara, tidak menggunakan nama-nama karakter seperti dalam novel. Sebaliknya, mereka menciptakan sendiri nama-nama tokoh yang unik dan eksplisit, selaras dengan tekad mereka mengusung nuansa satir. Tokoh-tokohnya bernama Estrogenia Talbot, Labinia Talbot, Vagianna Talbot, dan James Dickley.
Dikisahkan Estrogenia Talbot (Julia Aks) sedang berjalan-jalan bersama James Dickley (Ta’imua). Rupanya, Tuan Dickley berniat melamarnya. Namun, sebelum ia menyampaikan lamarannya secara tuntas, Estrogenia mendadak mengalami menstruasi. Ketika melihat darah, Tuan Dickley pun mengira Estrogenia terluka. Ia pun panik dan segera menggendong gadis tersebut ke rumahnya dan bergegas mencari dokter. Rupanya ia tak tahu sama sekali perihal menstruasi. Kepanikan pun menjalar. Kedua saudari, ayah, dan pengasuh Estrogenia pun kemudian ikut panik dan ribut.
Premisnya menarik. Pesan tentang minimnya pemahaman sebagian pria terhadap tubuh perempuan, khususnya soal menstruasi, tersampaikan dengan jelas. Namun, Julia Aks dan Steve Pinder tampaknya terlalu berusaha keras membuat film ini mengundang derai tawa penonton. Alih-alih terasa jenaka, film ini malah terkesan agak berlebihan. Dialog-dialog yang dilontarkan oleh kedua saudarinya, Vagianna (Nicole Alyse Nelson) dan Labinia (Samantha Smart) terasa dipaksakan demi memancing tawa. Yang terjadi, percakapan malah terdengar janggal dan kurang natural.
Baca Juga His House
Hingga di bagian kredit, film ini masih berusaha keras untuk melucu dengan tembang yang berlirik satir dan adegan tambahan di pertengahan kredit. Sayangnya, upaya ini lagi-lagi kurang berhasil. Meski memiliki keterbatasan, film Jane Austen’s Period Drama tetap memiliki sejumlah kelebihan. Film ini memiliki desain set dan properti yang rapi dan mendukung latar cerita. Akting jajaran pemainnya juga cukup solid, sehingga film tetap bisa dinikmati hingga akhir.
Film berdurasi 13 menitan ini tayang perdana di Santa Barbara International Film Festival pada 9 Februari 2024. Film ini juga diputar di Tribeca Film Festival 2024. Jane Austen’s Period Drama merupakan parodi novel populer karya Jane Austen. Premisnya menarik dan pesannya masih relevan. Sayangnya film pendek ini terlalu berupaya keras untuk membuat penonton tertawa.




