MUI Jatim: Krisis Global Ancaman Persatuan Umat Islam
Surabaya, MUI Jatim
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur menyoroti kondisi krisis global yang dinilai semakin kompleks dan berdampak langsung terhadap persatuan umat Islam dunia. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Ngaji Sorogan bersama mahasiswa Program Sarjana PKU, Senin (02/03/2026).
Sekretaris Umum MUI Jawa Timur, Dr. H. M. Hasan Ubaidillah, M.Si., menegaskan bahwa situasi dunia saat ini tidak sedang dalam kondisi baik-baik saja. Ia menyinggung peristiwa 1 Maret yang mengguncang umat Islam, terkait kabar syahidnya Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran.
“Dunia sedang berduka. Kita semua juga harus memahami situasi ini, termasuk eskalasi politik global yang terus meningkat,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi geopolitik yang memanas berpotensi berdampak langsung pada umat Islam di berbagai negara, termasuk Indonesia.
“Kalau konflik ini terus terjadi, ada potensi gangguan terhadap pelaksanaan ibadah haji. Bahkan saat ini, jamaah umrah mengalami kendala keberangkatan dan kepulangan karena sejumlah wilayah udara ditutup untuk penerbangan komersial,” terangnya.
Dalam paparannya, Gus Ubaid juga menyoroti peran aktor-aktor global yang dinilai menjadi sumber ketegangan dunia.
“Persoalannya sekarang adalah sumber dari kekacauan dunia yaitu Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Kalau sumber ini kemudian tidak bisa diselesaikan maka umat Islam sulit untuk bersatu,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa pangkalan militer Amerika Serikat tersebar di sejumlah negara Teluk seperti Qatar, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, dan Kuwait, termasuk kawasan strategis di sekitar Selat Hormuz. Serangan terhadap Iran, menurutnya, kerap dilancarkan dari pangkalan-pangkalan tersebut.
“Ketika diserang balik, kemudian muncul kemarahan. Padahal negara-negara tersebut sama-sama mayoritas Muslim. Kalau umat Islam tidak bersatu, kapan akan maju? Kalau tidak sadar sedang dipermainkan, kapan persoalan ini selesai?” tegasnya.
Baca juga MUI Jatim Tegaskan Peran Strategis Ulama dalam Sinergi Pemerintah untuk Penguatan Umat
Gus Ubaid juga mengajak masyarakat untuk tidak apatis terhadap persoalan global. Menurutnya, masyarakat harus memiliki kepekaan geopolitik, memahami peta konflik internasional, serta menumbuhkan semangat perjuangan dan solidaritas umat.
“Gairah perjuangan itu harus ditumbuhkan. Kita prihatin terhadap situasi ini dan jangan sampai abai,” pungkasnya.
Topik: MUI Jatim
Artikel Terkait
Jadwal Puasa Sunnah Bulan Mei 2026: Raih Berkah Dzulqa’dah dan Dzulhijjah
04/05/2026
Surabaya, MUI Jatim – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur mengajak seluruh umat Islam,...
LAKPB MUI Jatim Siapkan Program Strategis Penanggulangan Bencana
29/04/2026
Surabaya, MUI Jatim Lembaga Advokasi dan Koordinasi Penanggulangan Bencana (LAKPB) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi...
Profil Prof. Abd. Halim Soebahar, Ketua Umum MUI Jatim 2025-2030
23/04/2026
Prof. Dr. KH. Abd. Halim Soebahar, M.A. merupakan salah satu ulama dan akademisi terkemuka di...
Momen Haru, Kiai Mutawakkil Sampaikan Pesan Mendalam di Akhir Kepemimpinanya
21/04/2026
Surabaya, MUI Jatim KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah menyampaikan pesan penuh haru dalam momentum Rapat...
Nakhodai MUI Jatim, Prof Halim Sampaikan 3 Hal Penting
21/04/2026
Surabaya, MUI Jatim Prof. Dr. KH. Abd. Halim Soebahar ditetapkan sebagai Ketua Umum Majelis Ulama...
Rapat Paripurna MUI Jatim Tetapkan Prof. Abd Halim Soebahar sebagai Ketua Umum Baru
20/04/2026
Surabaya, MUI Jatim Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur menggelar Rapat Paripurna di Kantor...
Komisi Fatwa MUI Jatim Gelar Bimtek Pemotongan Hewan dan Pelaporan Audit secara Daring
20/04/2026
Surabaya, MUI Jatim Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan Bimbingan Teknis...




