Kredit Perbankan Sulut Tumbuh 6,97% dengan Sektor Rumah Tangga Meningkat Signifikan
Jurnal News - Barometer
Barometer.co.id-Manado. Penyaluran kredit perbankan Sulawesi Utara hingga April 2026 sebesar 6,97% secara tahunan (yoy). Di mana total kredit yang telah disalurkan mencapai Rp57,774 triliun, dibanding April 2025 yang baru Rp54,010 triliun.
“Dari jumlah tersebut, kredit pada bank umum yang terbesar yakni mencapai 55,88 triliun, sementara di BPR 1,89 triliun,” kata Deputi Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Provinsi Sulawesi Utara dan Gorontalo, Iqbal Mudir saat Media Update akhir Juni 2026.
Ia mengatakan, komposisi kredit perbankan Sulut yakni Konsumsi 59%, Modal kerja 25% dan Investasi 16%. Dari komposisi tersebut, kredit untuk sektor UMKM 24,94%atau sebesar Rp14,40 triliun sementara non-UMKM mencapai 75,96% senilai Rp75,06 persen.
Sektor yang secara nilai mengalami pertumbuhan terbesar menurut Iqbal adalah Rumah Tangga, di mana pertumbuhan Outstandingnya sebesar Rp1,65 triliun, tumbuh 8,30% (yoy) dengan share terhadap total kredit mencapai 38,51%.
Selanjutnya di sektor Pertambangan dan Penggalian dengan nilai pertumbuhan Outstanding Rp1,18 triliun dengan pertumbuhan mencapai 23,90% (yoy). Sektor ini memiliki share terhadap tota lkredit 10,96%.
Sementara untuk NPL (Non Performing Loan) atau kredit bermasalah perbankan di Sulut sebesar 2,93%, terdiri dari NPL Bank Umum 2,65% dan BPR 11,27%. Sedangkan LDR (Loan to Deposit Ratio) perbankan Sulut mencapai 162,48%. Angka tersebut artinya jumlah kredit yang disalurkan, 62,48% lebih tinggi dibanding DPK yang dihimpun perbankan. Sehingga perbankan Sulut harus mendatangkan dana dari luar daerah untuk membiayai kredit.(jou)
Kredit Perbankan Sulut
LDR Perbankan Sulut
OJK Sulutgo
Tim Redaksi




