Kredit Perbankan di Bali Tumbuh 6,73% pada 2025
Sumber Foto: ANTARA News
Ekonomi

Kredit Perbankan di Bali Tumbuh 6,73% pada 2025

waktu baca 2 menit

Denpasar (ANTARA) -

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali mencatat penyaluran kredit perbankan di Pulau Dewata mencapai Rp119,87 triliun selama 2025 atau tumbuh 6,73 persen dibandingkan 2024 sebesar Rp112,31 triliun.

“Kinerja intermediasi perbankan di Bali tetap terjaga stabil,” kata Kepala OJK Bali Kristrianti Puji Rahayu di Denpasar, Bali, Selasa.

Realisasi kredit itu turut mendongkrak pertumbuhan ekonomi Bali yang tercatat positif sebesar 5,82 persen pada 2025, sekaligus menempatkan perekonomian Pulai Dewata berada di urutan lima besar secara nasional.

Puji merinci realisasi kredit didorong pertumbuhan kredit investasi yang naik 16,21 persen, ditopang sektor penyediaan akomodasi, makan dan minum (pariwisata) dan real estat.

“Tingginya pertumbuhan kredit investasi menggambarkan peran perbankan dalam pembiayaan untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang di Bali,” ucapnya.

Sedangkan kredit konsumtif tumbuh 4,69 persen dan kredit modal kerja tumbuh 0,09 persen secara tahunan.

Berdasarkan kategori debitur, sebesar 51,11 persen porsi kredit di Provinsi Bali disalurkan kepada pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dengan pertumbuhan positif sebesar 3,91 persen.

Sementara itu, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) tetap tumbuh positif sebesar 7,49 persen mencapai Rp203,97 triliun, lebih tinggi dibandingkan 2024 mencapai Rp189,75 triliun.

Berdasarkan jenisnya, peningkatan DPK ditopang oleh kenaikan nominal tabungan sebesar Rp7,50 triliun.

Sedangkan fungsi intermediasi perbankan dari rasio kredit terhadap simpanan (Loan to Deposit Ratio /LDR) sebesar 58,60 persen, atau lebih rendah dibandingkan 2024 mencapai 59,19 persen.

Capaian LDR pada 2025 tersebut masih di bawah angka ideal sesuai ketentuan yakni pada rentang 78 persen hingga 92 persen.

Meski begitu, regulator lembaga jasa keuangan itu menilai fungsi intermediasi perbankan pada 2025 masih menunjukkan kinerja yang positif.

Sementara itu, kualitas kredit perbankan di Provinsi Bali tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) sebesar 2,44 persen lebih rendah dibandingkan posisi yang sama tahun sebelumnya sebesar 2,94 persen.

Baca juga: Penyaluran kredit Bali Nusra tumbuh 8 persen dominan usaha produktif

Baca juga: BI Bali dukung perbankan arahkan KUR untuk pertanian dan pengolahan

Baca juga: OJK dan LPS perkuat surveilans BPR di Bali tekan risiko likuidasi

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

Editor: Biqwanto Situmorang

Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.