Konsumsi Rumah Tangga Jadi Penopang Utama Pertumbuhan Ekonomi RI
Sumber Foto: Jurnal Patroli News
Jurnal Utama

Konsumsi Rumah Tangga Jadi Penopang Utama Pertumbuhan Ekonomi RI

Jurnal News - JurnalPatroliNews – JAKARTA — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 sebesar 5,61 persen terutama ditopang oleh konsumsi rumah tangga.

Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya setelah sejumlah ekonom mempertanyakan capaian pertumbuhan ekonomi nasional yang dinilai tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi riil di lapangan.

Menurutnya, daya beli masyarakat tetap terjaga sehingga aktivitas ekonomi domestik masih menunjukkan pertumbuhan yang kuat.

“Hal ini menunjukkan bahwa daya beli masyarakat tetap kuat dan tumbuh signifikan,” ujar Purbaya dalam keterangannya yang diterima Jumat (15/5/2026).

Ia menjelaskan, kontribusi konsumsi rumah tangga terhadap pertumbuhan ekonomi mencapai 2,94 persen, menjadikannya komponen terbesar dalam menopang Produk Domestik Bruto (PDB).

Sementara itu, investasi atau pembentukan modal tetap bruto memberikan kontribusi sebesar 1,79 persen, sedangkan belanja pemerintah menyumbang 1,26 persen.

Menurut Purbaya, struktur pertumbuhan ekonomi harus dilihat dari kontribusi masing-masing komponen terhadap PDB, bukan hanya dari angka pertumbuhan secara keseluruhan.

“Dari perhitungan tersebut, konsumsi rumah tangga menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional,” jelasnya.

Ia juga menerangkan bahwa pertumbuhan belanja pemerintah pada awal tahun merupakan bagian dari strategi percepatan belanja negara agar dampaknya dapat lebih cepat dirasakan masyarakat.

Selama ini, pola belanja pemerintah dinilai cenderung menumpuk pada akhir tahun anggaran. Kini, pemerintah mengarahkan realisasi belanja lebih awal guna mendukung aktivitas ekonomi secara optimal sejak awal tahun.

Selain itu, pemerintah terus menjalankan sinergi kebijakan fiskal dan moneter untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat daya beli masyarakat.

Langkah tersebut dilakukan melalui percepatan realisasi belanja kementerian dan lembaga, serta pelaksanaan berbagai program prioritas nasional sejak awal tahun.

Purbaya menegaskan, pemerintah akan terus menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global, termasuk tekanan inflasi, gejolak geopolitik, dan dinamika pasar keuangan internasional yang dapat memengaruhi perekonomian domestik.