Konflik Amerika-Iran dan Jejak Sejarah Kebencian
Sumber Foto: Disway
Catatan Harian

Konflik Amerika-Iran dan Jejak Sejarah Kebencian

Jurnal News - Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran terus berlanjut, dengan latar belakang sejarah yang kompleks dan penuh konflik. Sejak penggulingan Perdana Menteri Iran Mirza Mohammad Mossadegh pada tahun 1953, kebencian rakyat Iran terhadap Amerika semakin mendalam.

Awal Kejadian

Pada tahun 1953, Perdana Menteri Mossadegh yang dikenal nasionalis dan sosialis, mengambil langkah untuk menasionalisasi industri minyak yang sebelumnya dikuasai oleh perusahaan Inggris, Anglo Asian Oil Company. Tindakan ini memicu ketidakpuasan dari Inggris dan Amerika, yang kemudian merencanakan penggulingan Mossadegh melalui operasi intelijen yang didanai satu juta dolar.

Perkembangan

Setelah Mossadegh digulingkan, Raja Iran Mohamad Reza Shah memperoleh kekuasaan penuh dan menjadi simbol pemerintahan yang otoriter. Kebijakan repressifnya, termasuk tindakan brutal dinas rahasia SAVAK, semakin memperburuk hubungan rakyat Iran dengan Amerika, yang dipandang sebagai pendukung rezim diktator tersebut. Kebencian ini terus berlanjut hingga Revolusi Islam 1979, yang mengakhiri kekuasaan Shah, tetapi menimbulkan reaksi keras dari Amerika yang melindungi Shah setelah penggulingannya.

Kondisi Terakhir

Konflik yang berkepanjangan ini sempat mengalami sedikit pelonggaran di era pemerintahan Barack Obama, tetapi kembali memburuk ketika Donald Trump membatalkan kesepakatan nuklir yang telah dicapai. Hingga saat ini, ketegangan antara kedua negara belum menunjukkan tanda-tanda mereda, menciptakan pertanyaan tentang kemungkinan rekonsiliasi di tengah situasi yang semakin rumit.