Kondisi Rumah Sakit di Gaza Memburuk di Tengah Serangan Militer Israel
Sumber Foto: Merdeka.com
Catatan Harian

Kondisi Rumah Sakit di Gaza Memburuk di Tengah Serangan Militer Israel

Catatan harian perawat asal Amerika Serikat, Andee Vaughan, memberikan gambaran yang memilukan tentang situasi di Rumah Sakit Al-Quds di Kota Gaza. Dalam beberapa pekan terakhir, sistem kesehatan di wilayah tersebut telah mengalami keruntuhan akibat serangan militer Israel yang terus berlanjut.

Keruntuhan Sistem Kesehatan

Hampir dua minggu setelah serangan darat terbaru, dua klinik telah hancur akibat serangan udara, dan dua rumah sakit lainnya terpaksa tutup. Fasilitas kesehatan yang tersisa hampir lumpuh karena kekurangan obat-obatan, peralatan medis, makanan, dan bahan bakar. Banyak pasien dan tenaga medis harus meninggalkan rumah sakit, sementara hanya sedikit dokter dan perawat yang tetap bertahan untuk merawat pasien kritis, termasuk anak-anak di inkubator.

Keadaan di Rumah Sakit Al-Quds

Rumah Sakit Al-Quds, yang terletak di selatan Kota Gaza, terpaksa mengevakuasi sebagian besar pasiennya saat pasukan Israel semakin mendekat. Dari kapasitas 120 pasien, kini hanya tersisa sekitar 20 orang, termasuk dua bayi yang dirawat di ruang intensif. Sekitar 60 tenaga medis dan keluarga pasien masih berada di dalam gedung tersebut. Vaughan, yang menjadi relawan di Gaza sejak bulan Juli, menggambarkan situasi ini sebagai 'gila' dan menunjukkan bahwa sistem kesehatan benar-benar dibongkar.

Kekurangan Sumber Daya

Menurut Vaughan, rumah sakit kehabisan air, listrik, dan oksigen. Bahkan, stasiun oksigen yang ada di rumah sakit terkena tembakan. Pada hari Kamis lalu, Bulan Sabit Merah Palestina melaporkan bahwa kendaraan militer Israel mengepung rumah sakit, membatasi pergerakan pasien dan staf medis. Israel menuduh Hamas menggunakan rumah sakit sebagai pusat operasi militer, meskipun bukti yang diajukan masih terbatas.

Krisis Kesehatan yang Meluas

Situasi serupa juga terjadi di rumah sakit utama lainnya, seperti Rumah Sakit Shifa, di mana ratusan pasien melarikan diri saat tank Israel mendekat. Banyak staf medis yang memilih untuk tidak masuk kerja karena takut terjebak dalam penggerebekan. PBB mencatat bahwa sedikitnya 27 fasilitas kesehatan di Gaza terpaksa menutup layanan pada bulan September, termasuk rumah sakit anak dan pusat mata. Rumah sakit lapangan milik Yordania juga dievakuasi, dan hampir 100 tenaga medis Gaza kini ditahan oleh Israel.

Kisah yang Menyedihkan

Vaughan mendokumentasikan sejumlah momen memilukan, seperti anak-anak yang membawa jeriken air di tengah ledakan, pasien luka bakar yang ditinggalkan di reruntuhan, dan bayi berusia 13 hari yang nyaris kehilangan nyawa akibat ledakan yang mengguncang ruang perawatan intensif. Dalam salah satu rekamannya, Vaughan mengungkapkan bahwa rumah sakit kembali diserang. Pada hari Sabtu, ratusan keluarga yang berlindung di sekitar rumah sakit akhirnya melarikan diri, dan Vaughan sendiri dievakuasi ke selatan Gaza. Sesaat setelah kepergiannya, rekan-rekannya melaporkan bahwa kendaraan militer Israel sudah berada di gerbang rumah sakit.