Gubernur NTT Ajak Perbankan Optimalkan KUR untuk Dukung UMKM
PERISTIWA
Gubernur NTT Melki Laka Lena mendesak perbankan untuk memperkuat Optimalisasi KUR UMKM NTT demi pertumbuhan ekonomi daerah. Temukan tantangan dan solusi sinergi lintas sektor.
ekonomi daerah
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena secara tegas meminta perbankan di wilayahnya untuk memperkuat sinergi dalam mendorong pertumbuhan serta penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Permintaan ini disampaikan melalui optimalisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dinilai memiliki potensi besar untuk ekonomi daerah.
Pernyataan tersebut disampaikan Melki Laka Lena dalam acara Diskusi Publik yang diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) NTT di Kupang, Sabtu (21/2). Acara ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 PWI, menjadi forum penting bagi para pemangku kepentingan.
Melki Laka Lena menekankan bahwa alokasi KUR untuk NTT sebenarnya sangat besar, dan jika kuota awal dapat terserap secara optimal, pemerintah pusat siap membuka peluang penambahan kuota. Hal ini memberikan harapan baru bagi para pelaku UMKM untuk mengembangkan usahanya dengan dukungan finansial yang lebih kuat.
Potensi dan Tantangan Optimalisasi KUR UMKM NTT
Alokasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disediakan untuk Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki nilai yang signifikan, menunjukkan komitmen pemerintah pusat dalam mendukung sektor UMKM di daerah. Gubernur Melki Laka Lena mengungkapkan bahwa Menteri UMKM Maman Abdurahman sebelumnya telah menyampaikan potensi penambahan kuota jika penyerapan dana awal berjalan efektif.
Peluang ini menjadi angin segar bagi UMKM di NTT untuk berkembang lebih pesat dan mendapatkan akses permodalan tambahan. Namun, keberhasilan penyerapan KUR ini sangat bergantung pada kesiapan dan kinerja sektor perbankan di daerah. Perbankan diharapkan mampu menyerap alokasi dana tersebut secara maksimal, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh pelaku usaha.
Pemerintah provinsi juga terus berupaya mendorong sektor-sektor produktif seperti pertanian, peternakan, dan usaha lainnya melalui skema pembiayaan yang semakin fleksibel. Meskipun demikian, Gubernur mengingatkan bahwa proses pencairan kredit tetap harus mengikuti mekanisme perbankan yang berlaku, memastikan akuntabilitas dan keberlanjutan program.
ADVERTISEMENT
Membangun Sinergi Lintas Sektor untuk Penyaluran KUR Efektif
Untuk mencapai target optimalisasi KUR, Gubernur NTT menekankan pentingnya membuka komunikasi seluas-luasnya antar pemangku kepentingan. Kolaborasi konkret antara pemerintah daerah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), perbankan, dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) NTT diharapkan dapat terwujud.
Ferry Jahang, Ketua PWI NTT, menjelaskan bahwa diskusi publik ini digagas sebagai jembatan antara UMKM dan perbankan terkait KUR. Inisiatif ini muncul dari banyaknya keluhan pelaku UMKM mengenai kesulitan dalam mengajukan KUR.
PWI NTT memiliki kekhawatiran terhadap kemungkinan terulangnya kasus dana Program Indonesia Pintar (PIP) yang tidak terserap dan dikembalikan ke pusat pada tahun lalu. Oleh karena itu, diskusi ini diharapkan dapat memberikan solusi nyata dan jawaban atas berbagai kendala yang dihadapi pelaku UMKM di NTT dalam mengakses KUR.
ADVERTISEMENT
Peran Vital Perbankan dan Media dalam Mendukung UMKM
Gubernur Melki Laka Lena secara khusus berharap kepada pihak perbankan, termasuk Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan bank-bank penyalur KUR lainnya, agar mempermudah akses pembiayaan. Selain itu, pendampingan bagi pelaku usaha perlu diperjelas dan komunikasi harus semakin intensif.
Media juga memiliki peran krusial dalam mengawal kebijakan, memberikan edukasi yang tepat kepada masyarakat, serta memastikan informasi yang beredar tetap akurat dan berimbang. Peran pers sebagai mitra strategis pembangunan sangat dihargai, terutama dalam kepeduliannya terhadap penguatan UMKM dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Dengan adanya sinergi yang kuat antara pemerintah, pers, dan perbankan, Gubernur optimistis bahwa UMKM di NTT akan semakin tumbuh sehat, kuat, dan berdaya saing. Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya menjadi seremonial, melainkan menjadi ruang nyata untuk mencari solusi berkelanjutan bagi kemajuan UMKM.
Sumber: AntaraNews
ADVERTISEMENT




