DPRD Kalteng Maksimalkan Anggaran Rp5,4 Triliun untuk Kesejahteraan Masyarakat
PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) Asdy Narang menegaskan, kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat berdampak langsung terhadap alokasi belanja daerah pada tahun 2026. Meski terjadi pengurangan, DPRD memastikan anggaran yang tersedia akan dimaksimalkan untuk kepentingan masyarakat.
Menurut Asdy, saat ini Pemerintah Provinsi Kalteng mengelola anggaran sebesar Rp5,4 triliun. Jumlah tersebut harus digunakan secara efektif di tengah berbagai kebutuhan pembangunan yang masih mendesak.
“Pembangunan tahun 2026 ini dikarenakan ada efisiensi dari pemerintah pusat, otomatis daerah juga mengalami pengurangan anggaran. Kita semaksimal mungkin dengan anggaran yang saat ini Rp5,4 triliun,” ujar Asdy di kantor DPRD Kalteng, Rabu (18/2/2026).
Ia menegaskan, DPRD sebagai lembaga legislatif memiliki fungsi pengawasan terhadap kebijakan pemerintah provinsi, terutama dalam memastikan penggunaan anggaran tetap berpihak kepada kepentingan publik.
“Kita sebagai anggota dewan tentunya akan mengawasi kebijakan-kebijakan yang ada di pemerintah provinsi. Dengan anggaran Rp5,4 triliun ini kita maksimalkan untuk masyarakat,” tegasnya.
Asdy juga menyoroti besarnya kebutuhan anggaran pembangunan di Kalteng yang dinilainya belum ideal jika dibandingkan dengan luas wilayah dan tantangan geografis yang ada. Ia menyebut, anggaran Rp20 triliun untuk pembangunan dan infrastruktur pun dinilai masih belum mencukupi.
“Anggaran untuk pembangunan dan infrastruktur angka Rp20 triliun pun masih tidak cukup, melihat geografis Kalimantan Tengah yang memiliki luasan wilayah sekitar satu setengah kali Pulau Jawa,” ungkapnya.
Ia membandingkan kondisi sekarang dengan masa kepemimpinan Gubernur Kalteng sebelumnya, Sugianto Sabran. Pada periode tersebut, kata Asdy, anggaran yang menyentuh kisaran Rp10 triliun pun masih dirasakan belum optimal untuk menjawab seluruh kebutuhan pembangunan daerah.
“Dulu zaman Gubernur H Sugianto Sabran, anggaran kurang lebih Rp10 triliun masih belum cukup. Memang karena ada efisiensi ini, kita gunakan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia berharap pemerintah pusat dapat mempertimbangkan kembali formula penganggaran bagi daerah dengan wilayah luas dan tantangan infrastruktur tinggi seperti Kalteng.
“Pemerataan pembangunan tidak bisa disamaratakan dengan daerah yang memiliki akses dan kepadatan wilayah lebih tinggi,” terangnya.
DPRD, kata dia, akan terus mendorong agar program prioritas seperti pembangunan infrastruktur dasar, pendidikan, kesehatan, serta peningkatan ekonomi masyarakat tetap menjadi fokus utama dalam penyusunan dan pelaksanaan APBD 2026. j ef/red
Post Views: 284
Pelebaran Jalan Kota Muara Teweh Resmi Dimulai
Pos Terkait
DPRD PROV. KALTENG
E-Pahari Dikeluhkan, Purdiono Minta Bapenda Benahi Aplikasi
DPRD PROV. KALTENG
WFH ASN DAN SEKOLAH DI RUMAH-Purdiono: Perlu Kajian Mendalam, Sugiyarto: Kalteng Sudah Cukup Siap
DPRD PROV. KALTENG
SELAMAT ULANG TAHUN KE-31 POLDA KALTENG-Sentuhan Humanis, Apresiasi Pengabdian Kepolisian di Kalteng
DPRD PROV. KALTENG
Asdy Narang Minta Pembangunan Kalteng Lebih Merata Jangan Sampai Ada Daerah Merasa Tertinggal Atau Terpinggirkan
DPRD PROV. KALTENG
DILEMA PENERTIBAN TAMBANG EMAS-DPRD Minta Pemerintah Siapkan Solusi
DPRD PROV. KALTENG
DAMPAK PENGURANGAN TKD-DPRD Kalteng dan Bupati Saiful Koordinasi ke Ditjen Cipta Karya




