Djuli Pamungkas: Membangun Cerita Melalui Lensa
Dalam era jurnalistik visual yang semakin berkembang, sosok-sosok baru dari kalangan muda terus muncul dengan semangat dan perspektif yang segar. Salah satu nama yang mencuri perhatian adalah Djuli Pamungkas, seorang pewarta foto muda asal Sumedang yang tidak hanya terampil dalam mengabadikan momen, tetapi juga konsisten mengangkat isu-isu sosial melalui karya-karyanya.
Djuli Pamungkas lahir di Sumedang, Jawa Barat, pada 6 Juli 1991. Ia menempuh pendidikan di Jurusan Ilmu Komunikasi, Program Studi Jurnalistik, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung. Kini, Djuli telah menikah dengan Shabrina Pusparani dan dikaruniai seorang putra bernama Jenaka Emiir Nirankara.
Perjalanan Karier di Dunia Fotografi
Ketertarikan Djuli pada fotografi dimulai saat ia berkuliah di jurusan Jurnalistik. Pada tahun 2011, bersama teman-teman kampusnya, ia mendirikan komunitas Photo's Speak, yang menjadi ruang kreatif bagi para pecinta fotografi untuk berekspresi dan belajar bersama.
Karier profesionalnya dimulai pada tahun 2013 ketika ia bergabung sebagai wartawan foto di Sindo Jabar. Pengalaman ini memperluas wawasan dan keterampilannya dalam mengabadikan berbagai peristiwa penting. Djuli juga pernah bergabung dengan media online beritabaik.id, sebuah portal berita dari Bandung, dan kini dikenal sebagai fotografer profesional yang mengerjakan proyek visual untuk media sekelas National Geographic.
Aktivitas Sosial, Komunitas, dan Pameran
Di luar kesibukan profesionalnya, Djuli aktif terlibat dalam kegiatan sosial dan berbagai pameran fotografi, di antaranya pameran "Citarum" (2013), "Persib Juara" (2014), dan pameran internasional di Bremen, Jerman pada tahun 2025. Ia juga berperan sebagai kurator dalam pameran fotografi, termasuk pameran "Arus Waktu" yang fokus pada perubahan budaya di tengah arus modern.
Karya-karya Djuli sering mengeksplorasi tema-tema sosial, budaya, dan toleransi. Ia terlibat dalam proyek-proyek seperti Sesama Project dan Saujana Doc, yang bertujuan mendokumentasikan cerita-cerita dari berbagai komunitas di Indonesia.
Menyelami Toleransi Lewat Lensa
Djuli percaya bahwa perbedaan adalah tantangan yang harus dihadapi dengan saling memahami. Dalam setiap perjalanan fotografinya, ia berusaha untuk menyerap pelajaran baru dari setiap momen yang diabadikannya. Ia menemukan kedamaian dalam memotret momen-momen keagamaan, karena menghormati prosesi keagamaan merupakan bagian penting dari karyanya.
Djuli berharap melalui fotografi, ia dapat mengajak orang untuk membuka hati dan pikiran, merayakan keberagaman, dan memahami arti sejati toleransi. Cita-cita terbesarnya adalah mendirikan sebuah perpustakaan visual yang menjadi pusat arsip karya dan media literasi visual bagi masyarakat.
Proyek Saujana dan Studio Jenaka
Saujana adalah proyek dokumenter visual yang dibentuk bersama teman-teman dengan ketertarikan yang sama. Proyek ini merupakan ruang kreatif di mana ide dan gagasan dapat dituangkan tanpa batasan kebijakan redaksi. Selain itu, Djuli juga mendirikan Studio Jenaka, sebuah usaha kecil di bidang fotografi bersama istrinya. Studio ini tidak hanya menjadi tempat usaha, tetapi juga ruang untuk berkegiatan kreatif bersama anak-anak.
Melalui karya-karyanya, Djuli Pamungkas tidak hanya berfungsi sebagai fotografer, tetapi juga sebagai pencerita visual yang memanfaatkan kamera untuk merawat empati dan menyatukan keberagaman. Perjalanannya masih panjang, namun langkah-langkah kecil yang telah diambilnya memberikan harapan bahwa fotografi dapat menjadi jembatan menuju dunia yang lebih toleran dan manusiawi.
Dengan dedikasi dan komitmen terhadap isu-isu kemanusiaan, Djuli diharapkan dapat menginspirasi generasi muda untuk terus berkarya dan berkontribusi dalam masyarakat.




