Digitalisasi Pertanian: Meningkatkan Kesejahteraan Petani Melalui Teknologi
Sumber Foto: Kompasiana.com
Sosial

Digitalisasi Pertanian: Meningkatkan Kesejahteraan Petani Melalui Teknologi

Digitalisasi di berbagai sektor semakin pesat dan telah membawa perubahan signifikan, termasuk sektor pertanian.

Dengan konsep pertanian cerdas (smart farming) dan dukungan Agriculture berbasis Internet of Things (loT) banyak petani merasakan manfaatnya.

Pertanian cerdas adalah aktivitas bercocok tanam dengan menggunakan teknologi digital. Di mana petani memanfaatkan loT untuk bercocok tanam, seperti alat sensor lahan, drone, aplikasi pemantauan melalui ponsel.

Teknologi loT dapat membantu petani memantau kondisi tanah, cuaca. Dengan pantauan ini akan menghasilkan data-data yang akurat, sehingga petani bisa mengambil keputusan kapan waktu yang tepat untuk pemberian pupuk, pengairan.

Digitalisasi pertanian selain meningkatkan hasil produksi, juga dapat memantau harga hasil panen. Dengan harga tinggi kesejahteraan petani pun terjamin.

Tantangan Digitalisasi Sektor Pertanian

Sektor pertanian sangat penting dan menjadi salah satu penggerak ekonomi nasional.

Namun sayang, digitalisasi dengan teknologi loT belum merata. Ada beberapa daerah yang belum terjangkau internet karena infrastruktur, biaya implementasi loT dan sumber daya manusia.

Digitalisasi pertanian, petani harus memiliki ponsel yang mendukung, alat sensor, drone juga kuota internet. Bukan itu saja, petani pun harus memahami cara kerja loT. Bagi petani konvensional hal ini sangat berat.

Meski pemerintah telah menambah jaringan, tetapi literasi digital petani kurang, biaya pengadaan loT pun cukup mahal. Digitalisasi pertanian tidak bisa dilakukan secara mandiri.

Perubahan besar di sektor pertanian harus ada dukungan pemerintah, mahasiswa, swasta atau startup nasional. Seperti di Sragen, Desa Padas, Kecamatan Tanon dan Desa Jetak, Kecamatan Sidoharjo.