Dian Kustiadi: Dari Bankir Menjadi Penggerak Pemberdayaan Masyarakat
Sumber Foto: BandungBergerak.id
Catatan Harian

Dian Kustiadi: Dari Bankir Menjadi Penggerak Pemberdayaan Masyarakat

Di tengah tantangan ketahanan pangan dan krisis ekonomi, muncul sosok inspiratif yang memberikan solusi inovatif berbasis teknologi dan pemberdayaan masyarakat. Dian Kustiadi, pendiri Pandawa Farm & Fisheries yang berlokasi di Subang, merupakan salah satu dari sekian banyak figur tersebut. Dengan memadukan latar belakang teknik dan pengalaman dalam dunia perbankan, Dian berkomitmen untuk membangun masyarakat melalui budidaya ikan air tawar menggunakan sistem bioflok serta berbagai inisiatif di sektor pertanian dan peternakan.

Dian Kustiadi adalah sosok multitalenta yang mengintegrasikan karier profesionalnya sebagai bankir syariah dengan jiwa kewirausahaan dan semangat untuk memberdayakan komunitas. Saat ini, Dian menjabat sebagai Head of Collection & Recovery Division di Bank Mega Syariah, setelah sebelumnya menempati berbagai posisi strategis di institusi tersebut.

Kiprah di Sektor Perikanan dan Pertanian

Di luar dunia perbankan, Dian aktif mengembangkan usaha mandiri yang berdampak sosial. Ia mendirikan Pandawa Farm & Fisheries, yang fokus pada budidaya ikan nila berbasis teknologi bioflok di Desa Gunung Tua, Kecamatan Cijambe, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Usaha ini bukan hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga berfungsi sebagai pusat pelatihan dan pemberdayaan masyarakat.

Dian yang merupakan lulusan Institut Pertanian Bogor (IPB) mengembangkan teknologi budidaya ikan yang ramah lingkungan dan efisien. Ia sering menjadi narasumber dalam pelatihan budidaya ikan, membahas strategi peningkatan nilai jual hasil panen, serta pentingnya membangun jiwa kewirausahaan di kalangan petani dan pembudidaya pemula.

Inovasi dan Program Sosial

Salah satu inovasi penting dalam sistem budidaya bioflok adalah pengembangan produk probiotik dan multivitamin, yaitu SuperBio 8 dan SuperVit 8. Produk ini dirancang untuk mendukung pertumbuhan ikan dengan harga lebih terjangkau. Selain itu, Dian juga berinovasi dalam produksi pupuk organik dan hayati sebagai alternatif ramah lingkungan untuk menggantikan pupuk kimia.

Program "Membeli Pupuk dengan Limbah Jerami" merupakan salah satu inisiatif yang mendorong petani memanfaatkan limbah pascapanen sebagai alat tukar untuk mendapatkan pupuk berkualitas. Selain itu, Dian juga mengembangkan alternatif pakan ayam berbasis azolla, tanaman air yang kaya nutrisi.

Kampung Ikan Damandiri

Di antara pencapaian pentingnya adalah pendirian Kampung Ikan Damandiri di Kampung Poncol, Kelurahan Pasirkareumbi, Kecamatan Subang. Program ini disosialisasikan pada 12 Juni 2025 dan menjadi hasil kolaborasi antara Pandawa Farm & Fisheries dan Yayasan Dana Sejahtera Mandiri. Acara tersebut dihadiri oleh Ketua Umum Yayasan Damandiri dan memberikan gambaran tentang kolaborasi antara sektor publik dan swasta.

Kampung Ikan Damandiri bukan hanya sekadar kegiatan budidaya, tetapi juga mencakup transfer teknologi, pelatihan masyarakat, dan pembentukan kelembagaan untuk kemandirian warga. Sistem bioflok yang diterapkan di sini sangat sesuai untuk lahan terbatas dan dapat memberikan nilai ekonomi yang signifikan.

Kesimpulan

Melalui berbagai inisiatifnya, Dian Kustiadi menunjukkan bahwa perpaduan antara ilmu pengetahuan, pengalaman, dan kepedulian sosial dapat menjadi kekuatan penggerak perubahan di masyarakat. Ia tidak hanya menebar benih di kolam-kolam perikanan, tetapi juga menanam harapan akan kemandirian, inovasi, dan kolaborasi sebagai kunci membangun masa depan yang lebih berdaya dan berkelanjutan.