Arsenal Terjerat Drama Molineux, Buang Keunggulan Dua Gol di Liga Primer
Wolverhampton, Inggris – Arsenal kembali dihantui drama di Molineux Stadium setelah membuang keunggulan dua gol dan harus puas bermain imbang 2-2 melawan Wolverhampton Wanderers pada Rabu, 18 Februari 2026. Hasil mengejutkan ini menjadi pukulan telak bagi ambisi The Gunners dalam perburuan gelar Liga Primer Inggris musim 2025/2026, sekaligus memberikan angin segar bagi Manchester City yang kini semakin mendekat di tabel klasemen.
Pertandingan yang berlangsung di kandang Wolves, tim juru kunci Liga Primer, sejatinya dimulai dengan menjanjikan bagi Arsenal. Bukayo Saka membuka keunggulan cepat pada menit kelima melalui sundulan, mengakhiri paceklik gol pribadinya dalam 15 pertandingan terakhir. Dominasi Arsenal berlanjut, dan mereka berhasil menggandakan keunggulan di menit ke-56 melalui gol perdana Piero Hincapie untuk klub.
Baca artikel informatif lainnya di Mureks melalui laman mureks.co.id.
Namun, keunggulan dua gol tersebut buyar dalam waktu singkat. Hugo Bueno berhasil memperkecil ketertinggalan Wolves dengan tendangan spektakuler dari luar kotak penalti. Puncaknya, di masa tambahan waktu, Tom Edozie mencetak gol penyama kedudukan setelah tembakannya membentur Riccardo Calafiori dan masuk ke gawang Arsenal, menyusul miskomunikasi antara kiper David Raya dan bek Gabriel Magalhães. Drama ini membuat para pemain Arsenal terpukul dan meninggalkan Molineux dengan kekecewaan mendalam.
Manajer Arsenal, Mikel Arteta, tidak menyembunyikan kekecewaannya. “Kami sangat kecewa dengan hasil akhir, tetapi saya pikir kami harus menyalahkan diri sendiri,” ujar Arteta pasca pertandingan. Ia menambahkan, “Sudah waktunya untuk berbicara di lapangan karena apa pun yang kami katakan saat ini berasal dari kemarahan, frustrasi, kekecewaan, dan tidak ada yang akan bermanfaat dan membantu tim untuk maju.”
Hasil imbang 2-2 ini membuat Arsenal kini mengoleksi 58 poin dari 27 pertandingan, unggul lima poin dari Manchester City yang berada di posisi kedua. Namun, City memiliki satu pertandingan tunda, yang berarti selisih poin bisa terpangkas menjadi hanya dua jika mereka memenangkan laga tersebut. Ini adalah kali kedua secara beruntun Arsenal gagal mempertahankan keunggulan di liga, setelah sebelumnya juga ditahan imbang Brentford 1-1.
Legenda Arsenal, Paul Merson, bahkan melontarkan kritik pedas. “Arsenal sudah berada di posisi ini (perebutan gelar) tiga kali sebelumnya, tetapi kesempatan seperti itu mungkin tidak akan datang lagi,” kata Merson kepada Sky Sports. Ia melanjutkan, “Mereka sudah jauh di depan tetapi tiba-tiba trofi lepas dari tangan mereka. Sekarang, mereka tidak punya alasan terhadap tuduhan ‘mental lemah’.”
Selain kehilangan poin krusial, Arsenal juga harus menghadapi kekhawatiran cedera Bukayo Saka yang harus ditarik keluar di babak kedua. Situasi ini semakin menekan Arsenal menjelang jadwal padat, termasuk Derby London Utara melawan Tottenham Hotspur pada Minggu, 22 Februari 2026, serta dua pertemuan penting melawan Manchester City di final Piala Liga pada 22 Maret dan di Liga Primer pada 18 April.
Secara statistik, hasil ini mencetak rekor Premier League yang belum pernah terjadi sebelumnya: ini adalah kali pertama tim yang berada di dasar klasemen berhasil menghindari kekalahan dari tim pemuncak klasemen setelah tertinggal dua gol atau lebih. Drama di Molineux ini tidak hanya mengguncang Arsenal, tetapi juga membuat perburuan gelar Liga Primer kian memanas dan tak terduga.




