Wamenkeu: APBN Indonesia Siap Hadapi Krisis Global
Wamenkeu Juda Agung. Foto: kemenkeu
SHARE
IPOL.ID – Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung menegaskan bahwa struktur APBN Indonesia dirancang cukup tangguh untuk merespons gejolak global, termasuk eskalasi geopolitik yang berpotensi mendorong kenaikan harga minyak dan memicu tekanan di pasar keuangan.
Hal tersebut disampaikan Wamenkeu dalam forum Indonesia Economic Forum 2026 yang digelar di Jakarta. Menurutnya, APBN didesain dengan tiga prinsip utama, yakni prudent, disiplin, dan fleksibel.
“APBN kita itu memang didesain pertama, prinsip prudent. Kemudian disiplin. Ketiga, fleksibel. Prudent dan disiplin, kita memastikan bahwa defisit kita di bawah 3 persen. Debt to GDP ratio sekitar 40 persen. Masih jauh lebih rendah dari di undang-undang 60 persen,” kata Wamenkeu, Selasa (3/3/2026)
Wamenkeu mengungkapkan bahwa aspek fleksibilitas memberikan ruang bagi pemerintah untuk menggunakan cadangan fiskal dalam menghadapi gejolak global, baik yang berdampak pada sisi belanja maupun penerimaan negara.
Baca Juga
Wamenkeu Juda Klaim Pembiayaan APBN 2026 Masih Sesuai Target
Suahasil Nazara Kunjungi KPPN Daerah Tinjau Kesiapan Pelaksanaan APBN 2026
DPR Sahkan APBN 2026
“Fleksibel artinya termasuk jika terjadi shock yang bersumber dari global. Maka ada buffer, ada cadangan fiskal yang dapat digunakan untuk memberikan bantalan terhadap gejolak-gejolak itu,” ujar Wamenkeu.
1 2 3 Next Page
Follow Akun Google News Ipol.id
Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
TAGGED: APBN 2026, Gejolak Global
Share this Article
Facebook Twitter
Previous Article Pemberdayaan BRI Tumbuhkan Kreativitas Pelaku Usaha ‘Hijasmita’ Lewat Desain Hijab Modern Bernuansa Lokal
Next Article Menjelang Pertandingan All England 2026, Alwi Farhan dkk Siap Debut di Birmingham




