Tiga Pejabat Kunci New York Berkomitmen Melindungi Hak Penyewa
Hari pertama jabatannya sebagai Wali Kota New York, Zohran Mamdani, langsung mengambil langkah nyata dengan mengunjungi apartemen yang tengah menghadapi proses kebangkrutan. Dalam kunjungannya, Mamdani menegaskan komitmennya untuk mendukung ribuan penyewa apartemen, menuntut jaminan hak-hak penyewa, dan mengarahkan intervensi hukum dari pemerintah kota sebagai langkah proaktif.
Dalam kesempatan tersebut, Mamdani juga mengumumkan pembentukan Dinas Perlindungan Penyewa, yang akan dipimpin oleh Cea Weaver, seorang aktivis hak penyewa dan ahli perencanaan kota. Weaver tidak dapat menahan harunya saat diumumkan sebagai kepala dinas tersebut.
Pinnacle, perusahaan properti yang sedang mengajukan pailit, memiliki sekitar 50 blok apartemen di New York dengan lebih dari 5.000 penyewa, mayoritas di antaranya adalah pekerja dengan penghasilan rendah. Perusahaan ini mengklaim bahwa mereka terpaksa mengajukan pailit untuk menghindari utang besar kepada bank, yang diakibatkan oleh suku bunga yang tinggi dan tarif sewa yang stagnan.
Di bawah kepemimpinan Mamdani, salah satu program utamanya adalah membekukan tarif sewa apartemen, yang dianggap sudah terlalu tinggi. Dengan langkah ini, Pinnacle melihat prospek bisnis persewaan apartemen di New York menjadi semakin suram.
Tiga pejabat inti New York, Mamdani, Jumaane Williams, dan Mark D. Levine, semuanya memiliki latar belakang politik yang berbeda. Mamdani beragama Islam, Williams seorang Kristen kulit hitam yang berperan sebagai advokat rakyat, dan Levine seorang Yahudi yang menjabat sebagai comptroller, yang bertugas mengawasi penggunaan anggaran pemerintah kota.
Dengan sistem pemerintahan ini, ketiga pejabat tersebut saling mengontrol dan memastikan pengawasan ketat terhadap kebijakan dan penggunaan anggaran. Comptroller, layaknya menteri keuangan sekaligus pengawas keuangan, memiliki kekuasaan untuk menghentikan proyek yang dinilai tidak sesuai dan harus menyetujui penggunaan dana sebelum proyek dapat dilaksanakan.
New York memiliki salah satu dana pensiun terbesar di dunia, mencapai USD 250 miliar, yang mencakup pensiun guru, polisi, dan pegawai pemerintah kota. Dalam konteks ini, peran comptroller sangat penting untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana tersebut, guna mencegah kasus penyalahgunaan dana seperti yang pernah terjadi di institusi lain.
Dengan adanya struktur pengawasan yang ketat antara ketiga pejabat ini, diharapkan kebijakan-kebijakan yang diambil oleh Wali Kota Mamdani dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat New York, terutama dalam melindungi hak-hak penyewa.




