Komisi VIII Desak Percepatan Bantuan untuk Korban Banjir di Makassar
Sumber Foto: FPKB DPR RI
Nasional

Komisi VIII Desak Percepatan Bantuan untuk Korban Banjir di Makassar

Jurnal News - Berita Nasional

Banjir Makassar Rendam Ratusan Rumah, Komisi VIII DPR Desak Percepatan Bantuan Logistik

|

JAKARTA – Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PKB, Mahdalena, mendesak pemerintah untuk mempercepat penyaluran bantuan bagi ratusan warga yang terdampak banjir di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Saat ini mereka terpaksa mengungsi karena ketinggian air merendam rumah mencapai lebih dari 50 centimeter.

“Kami turut prihatin atas kondisi warga Makassar. Mereka terpaksa mengungsi karena rumahnya rusak dan terendam air. Makassar adalah kota penyangga ekonomi Indonesia Tengah. Jika banjir meluas dan berlangsung lama, aktivitas perdagangan hingga distribusi barang akan terganggu. Ini berdampak langsung pada penghasilan warga,” ujar Mahdalena di Jakarta, Kamis (26/2/2026).

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, tercatat sebanyak 878 jiwa atau 239 kepala keluarga terpaksa mengungsi akibat rumah mereka terendam luapan air sejak Kamis (26/2/2026). Kecamatan Biringkanaya dan Manggala dilaporkan menjadi wilayah terdampak paling parah.

Mahdalena menegaskan bahwa penanganan cepat sangat krusial mengingat posisi strategis Makassar sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan Indonesia Tengah. Gangguan pada aktivitas kota ini dinilai akan berdampak domino pada distribusi logistik dan stabilitas ekonomi regional. “Di tengah keterbatasan pengungsian, pemerintah perlu memastikan ketersediaan makanan sahur, berbuka, serta kebutuhan dasar lainnya. Masyarakat yang hartanya rusak dan aktivitas ekonominya terhenti sangat membutuhkan kehadiran negara untuk meringankan beban mereka,” tegasnya.

Legislator asal Nusa Tenggara Barat ini memberikan catatan khusus terkait pelaksanaan ibadah Ramadan di tengah situasi bencana. Ia meminta pemerintah memastikan kebutuhan logistik, terutama untuk sahur dan buka puasa, tersedia secara memadai di titik-titik pengungsian agar warga tetap dapat beribadah dengan layak. “Kami berharap sebisa mungkin di tengah segala keterbatasan akibat bencana, warga terdampak terpenuhi kebutuhan dasarnya saat menjalankan ibadah Ramadan ini,” katanya.

Selain bantuan umum, Mahdalena juga menekankan pentingnya prioritas layanan bagi kelompok rentan. Ia meminta petugas di lapangan memastikan pemenuhan kebutuhan khusus bagi ibu hamil, anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas, mulai dari makanan bergizi hingga akses layanan kesehatan yang sigap.

“Kebutuhan kelompok rentan harus menjadi prioritas. Misalnya ketersediaan susu untuk anak-anak serta layanan kesehatan bagi lansia. Setelah air surut nanti, proses pemulihan dan pembersihan harus dilakukan secara terkoordinasi agar roda perekonomian masyarakat segera pulih kembali,” pungkas Mahdalena.

Penulis : Rach Alida Bahaweres